SEDAPNYA USAHATANI KEMANGI

Cetak

Kita semua tak asing lagi dengan tanaman kemangi. Yaitu tanaman yang daunnya biasa dimakan mentah sebagai lalapan. Kemangi  memiliki aroma daun yang khas, kuat tetapi lembut tidak menyengat. Selain biasa dimakan sebagai pelengkap lalapan, daun kemangi juga bisa digunakan sebagai salah satu pelengkap bumbu pepes. Sebagai lalapan, biasanya kemangi disajikan dengan aneka sayur lalapan lainnya antara lain mentimun, kubis, dan selada.
Tanaman kemangi ini bisa dengan mudah kita temukan di sekitar kita. Baik itu tumbuh liar di halaman / pekarangan rumah dan di pinggir jalan. Kemangi bisa tumbuh dengan mudahnya meskipun kita biarkan begitu saja tanpa diberikan perawatan. Tanaman ini bisa tumbuh di daerah dataran rendah dan perkembangbiakannya bisa dilakukan melalui biji.

Siapa sangka tanaman yang biasa kita temukan secara liar ini ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup bagus bila dibudidayakan dengan baik. Nilai jualnya di pasaran cukup menguntungkan. Oleh karena itu tanaman kemangi bisa menjadi salah satu pilihan komoditi dalam berusahatani. Dan sejauh ini masih belum begitu banyak pelaku usaha tani yang membudidayakannya. Oleh karena itu, peluang untuk usaha tani tanaman ini masih bagus dan bernilai ekonomi. Bisa dibilang tanaman kemangi ini masih cukup sedap untuk pilihan berusahatani. Sedap aromanya, sedap pula hasilnya.

Peluang ini ditangkap oleh Siswaji satu petani yang berasal dari Desa Sidokaton Kecamatan Kudu. Siswaji suka mencoba-coba tanaman yang belum banyak dibudidayakan di daerahnya. Sudah 3 tahunan Siswaji menanam kemangi.  Awalnya dia dipandang sebelah mata oleh petani-petani lain di sekitarnya. Banyak yang mencibir dan meragukan akan pilihannya ini. Tapi kegigihannya membuahkan hasil yang bagus. Terbukti sudah 3 tahun ini Pak Siswaji bisa menyuplai kebutuhan kemangi potong untuk memenuhi kebutuhan warung  lalapan / sambelan. Ada tiga pasar yang  rutin meminta pasokan kemangi potong dari Pak Siswaji yakni  pasar sayur Mojokerto, pasar Ploso, dan pasar Legi Jombang.

Dengan modal nekad karena merasa ada peluang yang bisa diambil, Pak Siswaji membudidayakan tanaman kemangi ini. Di atas petak sawah yang tidak terlalu luas yakni sekitar boto 30 atau 0,04 Ha beliau memulai menanam kemangi. Karena belum ada pengalaman cara bdidaya tanaman kemangi, Siswaji mencari informasi cara budidaya tanaman kemangi di mbah google pada di HP Androidnya.

Kegiatan budidaya diawali dengan proses pengolahan tanah pada petak sawah seluas boto 30 atau 0,04 Ha untuk membuat persiapan gulutan / bedengan. Total ada 3 bedengan yang dibuat. Lebar bedengan kurang lebih sekitar 1 meter, sedangkan lebar got/saluran air sekitar 50cm dengan kedalaman antara 50-60 cm.  Proses selanjutnya adalah penanaman. Untuk lahan seluas 0,04 Ha benih kemangi yang dibutuhkan sebanyak 1 ons. Benih 1 ons langsung ditanam diatas bedengan dengan cara disebar / ditabur. Dan jika kemangi sudah tumbuh agak besar biasanya dilakukan penjarangan dengan cara dicabut bersamaan dengan panen pemotongan pertama.

Untuk membantu pertumbuhan tanaman kemangi maka diperlukan pemupukan. Pemupukan yang dilakukan sebanyak 2 kali. Pupuk yang digunakan hanya 2 macam, yaitu urea sebanyak 10 kg dan phonska sebanyak 10 kg untuk satu kali pemupukannya. Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal / diicir.

Karena tujuan budidaya tanaman kemangi ini untuk diambil / dipotong sebagai lalapan, maka harus dijaga kondisi kebutuhan airnya agar terjaga pertumbuhan dan kesegarannya. Kelembaban tanah harus dijaga dengan sistem pengairan sesuai kebutuhan tanaman. Dari pengalaman yang dilakukan Pak Siswaji, air yang ada di dalam got / saluran harus selalu ada tapi jangan berlebihan / tergenang. Pengairan dilakukan dengan sistem Leb, yakni memasukkan air ke saluran drainase. Leb dilakukan 2 kali dalam sebulan dengan menggunakan pompa. 1 kali proses Leb membutuhkan waktu kira-kira 1 jam.

Adapun kendala yang dihadapi oleh Pak Siswaji dalam berbudidaya tanaman kemangi adalah adanya serangan karat daun. Hal ini disadari oleh Pak Siswaji memang erat kaitannya antara serangan karat daun dengan pola pemupukan yang dilakukan. Pupuk yang diberikan tinggi akan unsur N nya. Sehingga tanaman rentan akan serangan penyakit. Permasalahan ini dialami saat budidaya tanaman kemangi di musim penghujan. Sedangkan pada musim kemarau, tanaman cenderung aman dan terkendali. Untuk pengendalian serangan penyakit karat daun Pak Siswaji melakukan  penyemprotan fungisida. Sedangkan untuk perawatan lainnya, Pak Siswaji juga memberikan tambahan aplikasi penyemprotan obat daun dan penyiangan. Penyiangan dilakukan secara manual yaitu gulma dicabut dengan menggunakan tangan.

Tahap selanjutnya adalah proses pemanenan / pemotongan. Menurutnya dalam 1 kali masa tanam, dia bisa memanen / memotong kemanginya sebanyak 5 kali. Tanaman kemangi mulai dipotong / dipanen pada umur 50 hst dan untuk pemotongan selanjutnya dilakukan tiap interval 20 hari sekali. Yaitu pada umur 50 hst, 70 hst, 90 hst, 110 hst dan 130 hst. Dalam setiap pemanenan, 1 batang tanaman kemangi bisa menghasilkan 2-3 ikat. Adapun ukuran 1 ikat kemangi kira-kira satu lingkar pertemuan antara jari jempol dengan jari telunjuk ukuran orang dewasa. Satu kali panen bisa menghasilkan 3,5 bundel (1 bundel berisi 1000 ikat). Harga jual per bundel biasanya cenderung stabil yakni Rp. 600.000,-. Sedangkan khusus untuk bulan antara Januari – Maret biasanya harga jual bisa lebih tinggi yaitu Rp. 800.000 per bundelnya. Harga yang cenderung stabil dan adanya permintaan yang kontinyu tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk mengembangkan usahatani tanaman kemangi ini. (Admin TI-Kudu)

ANALISA USAHATANI KEMANGI
Responden    : Siswaji
Luas        : (0,04 Ha)
Alamat        : Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu

NO    URAIAN    VOLUME    SATUAN    BIAYA SATUAN (Rp)    TOTAL BIAYA (Rp)
PENGELUARAN :               
1    Olah tanah (pembuatan bedengan dan saluran air)    borongan        200.000,-    200.000,-
2    Benih kemangi     1    Ons    25.000,-    25.000,-
3    TK Penanaman
(sebar benih)    1    HKW    30.000,-    30.000,-
4    Pupuk :               
Urea    20    Kg    1800,-    36.000,-
Phonska    20    Kg    2300,-    46.000,-
5    TK Pemupukan    2    HKW    20.000,-    40.000,-
6    Perawatan :               
Obat daun cair    1    Liter    15.000,-    15.000,-
Fungisida    1    sachet    35.000,-    35.000,-
7    TK Penyemprotan    2    1 jam    10.000,-    20.000,-
8    TK penyiangan    2    HKW    30.000,-    60.000,-
9     Pengairan     6    Kali    20.000    120.000,-
10    Biaya pemanenan    16    bundel    80.000,-    1.280.000,-
Total Biaya Pengeluaran                1.907.000,-

PEMASUKAN :               
1    Panen ke  I    2    Bundel    600.000,-    1.200.000,-
2    Panen ke II    3,5    Bundel    600.000,-    2.100.000,-
3    Panen ke III    3,5    Bundel    600.000,-    2.100.000,-
4    Panen ke IV    3,5    Bundel    600.000,-    2.100.000,-
5    Panen ke V    3,5    Bundel    600.000,-    2.100.000,-
Total hasil panen                9.600.000,-

KEUNTUNGAN                7.693.000,-

B/C ratio                4,03

Catatan :
•    HKW        : Harian Kerja Wanita
•    1 Bundel    : 1000 ikat