ANDA BERADA DI: Depan Berita Info Kecamatan Perkuat Kelembagaan Petani, Atasi Masalah Lapang

Perkuat Kelembagaan Petani, Atasi Masalah Lapang

E-mail Cetak PDF

Poktan Menturus merupakan salah satu Kelompok Tani yang ada di Wilayah Desa Menturus Kecamatan Kudu. Poktan Menturus termasuk salah satu kelompok tani andalan yang ada di Kecamatan Kudu. Bukan tanpa alasan, tapi hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor. Salah satunya karena Poktan Menturus termasuk Kelompok penghasil gabah terbesar di wilayah Kecamatan Kudu. Kondisi ini didukung karena Poktan Menturus berada di pinggiran sungai brantas sehingga areal persawahan bisa memiliki pengairan teknis yang sumber airnya berasal dari aliran sungai brantas. Oleh karena itu Poktan Menturus bisa menanam padi 2 kali dalam setahun, yaitu pada musin penghujan (MP) dan musim kemarau I / gadu (MK I). Faktor lain yang mendukung kemajuan Poktan Menturus sehingga bisa menjadi salah satu Poktan andalan di Wilayah Kecamatan Kudu adalah karena kegiatan dinamika kelompoknya. Poktan Menturus memiliki agenda rutin berupa pertemuan kelompok yang diadakan setiap satu bulan satu kali. Kegiatan pertemuan dilaksanakan pada tanggal 24 di setiap bulannya.

 

Kegiatan ini  mulai digagas oleh para pengurus Kelompok Tani yang baru. Kelompok tani Menturus pada bulan Maret tahun 2017 telah mengadakan pergantian pengurus. Pergantian pengurus ini dilakukan karena adanya masa kepengurusan yang telah habis. Pengurus baru yang terpilih yaitu Subardi sebagai ketua, Aris Soentoro sebagai Bendahara dan Fachrudin sebagai Sekretaris. Dibawah kepengurusan kelompok yang baru terpilih ini kegiatan-kegiatan kelompok bisa berjalan lebih aktif. Salah satunya adalah gagasan pertemuan rutin setiap satu bulan satu kali.

Dalam pertemuan rutin ada 2 agenda kegiatan yaitu arisan anggota yang notabene adalah petani dan musyawarah atau rembug warga untuk membahas kondisi dan perkembangan tanaman yang ada. Seperti yang telah kami laksanakan yaitu pertemuan pada hari Selasa tanggal 24 April bulan April 2018 kemarin. Dalam pertemuan itu ada beberapa hal yang dibahas berkaitan dengan kondisi pertanaman mereka.

Ada 2 hal yang disampaikan dan dibahas dalam pertemuan Poktan waktu itu. Yaitu kondisi tanah yang asem-asemen sehingga menyebabkan tanaman padi mengalami pertumbuhan yang terhambat dan bagaimana cara pencegahan hama wereng. Untuk permasalahan tanah asem-asemen yang dihadapi oleh petani di areal persawahan Kelompok Tani Menturus setelah dibahas bersama-sama ternyata disebabkan oleh pengolahan tanah yang tidak sempurna.

Pengolahan tanah yang tidak sempurna menyebabkan pertumbuhan akar tanaman padi terhambat sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi menjadi terganggu. Kondisi ini diperparah juga karena pengaturan air yang kurang bagus. Air masih dibiarkan menggenang dalam persawahan tanaman padi. Oleh karena itu penyuluhan mengenai kebutuhan air tanaman padi dan pengaturan air sangat dibutuhkan untuk menambah pengetahuan petani.

Dalam permasalahan tanah yang mengalami asem-asemen ini perlu diberikan solusi agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Langkah yang bisa diambil adalah dengan aplikasi penyemprotan EM-4 atau MOL pada tanah. Hal ini bertujuan untuk membantu mempercepat proses pembusukan. Sedangkan untuk tanaman padi yang mengalami pertumbuhan yang terhambat maka bisa dibantu dengan aplikasi penyemprotan MOL pertumbuhan atau dengan pupuk mikro ZN. Pupuk mikro ZN akan membantu proses pertumbuhan tunas baru dan bisa mengatasi kondisi tanaman yang stress.

Selain itu bisa juga dengan menambah pembuatan parit dalam petakan sawah. Hal ini bertujuan agar pengaturan air bisa lebih muda sesuai kebutuhan tanaman padi. Bila dalam petakan sawah diberi parit / selokan / got/ klacen maka pengaturan air masuk dan keluar petakan sawah bisa lebih mudah.

Sedangkan untuk permasalahan kedua yang dibahas dalam pertemuan ini adalah pencegahan serangan hama wereng. Hal ini perlu dilakukan karena disebabkan adanya pengalaman dari kejadian setahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya yaitu pada musim gadu MK I tahun 2017 terjadi serangan hama wereng di areal persawahan Kelompok Tani Menturus. Adapun kiat yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan pengamatan rutin secara intensif pada pertanaman padi. Pengamatan rutin efektif dilakukan sebagai tindakan pencegahan serangan OPT. Hal ini dikarenakan dengan adanya pengamatan rutin maka kondisi tanaman padi dari waktu ke waktu bisa terpantau dengan baik.

Semoga dengan adanya pertemuan rutin di Kelompok Tani Menturus ini bisa menjadi wadah musyawarah untuk mencari solusi dan tukar pikiran antar petani. Sehingga bisa tercipta suasana berkelompok yang kompak dan harapan akhir untuk mengamankan tanaman bisa terwujud. Sehingga hasil produksi yang dicapai bisa maksimum. (Deny Murtanti, Tim TIK Kudu)

 

Add comment

Security code
Refresh