ANDA BERADA DI: Depan Berita Info Kecamatan Salak Galengdowo Primadona Baru Eksotika Buah Lokal

Salak Galengdowo Primadona Baru Eksotika Buah Lokal

E-mail Cetak PDF

Salak Galengdowo, demikian nama yang diberikan untuk Salak dari Varitas Pondoh Lumut yang dikembangkan di Desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Setelah bertahun-tahun dibudidayakan di Desa Galengdowo dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Salak pondoh di Desa Galengdowo memiliki cita rasa khas yang berbeda dari induk asalnya. Petani salak yang tergabung dalam Gapoktan Galengdowo, sudah sejak tiga tahun lalu menerima pendampingan budidaya salak melalui pembuatan SOP dan pelaksanaan aplikasi GAP untuk buah salak. Berangsur-angsur mengalami perubahan Dan perkembangan yang menggembirakan.
Salak Galengdowo berukuran besar, dengan tekstur tebal renyah dan berair. Disukai penjual buah dan konsumen karena penampilan dan rasanya yang enak. Hal ini tentu berasal dari kerja keras petani dalam menerapkan prinsip GAP di kebun salak masing-masing.

Saat musim kemarau, harga salak mengalami kenaikan. Dikarenakan jumlah panen yang berkurang dan tingginya permintaan pasar. Hal ini menguntungkan bagi petani yang tekun merawat kebun salaknya. Meski musim kemarau menyebabkan produksi salak turun sekitar 30-40%, namun harga jual perkilo yang berkisar antara Rp. 6.000 - Rp. 7.000/ kgnya ditingkat petani. Menjadi rejeki yang lumayan bagi petani saat musim paceklik.

Usaha salak galengdowo semakin menjanjikan. Tahun ini perkembangan luas tanam salak cukup tinggi mencapai 10 hektar. Dan petani yang berminat menanam salak bertambah banyak. Prestasi Gapoktan Galengdowo dalam menjuarai Lomba Tingkat Propinsi untuk kategori Agribisnis buah, rupanya mampu memberi korelasi positif bagi meningkatnya harga jual salak.

Usaha agribisnis salak galengdowo makin berkembang, membawa perbaikan perekonomian bagi petani lokal serta turut memberi warna bagi perkembangan buah dalam negeri. Wenny-Wonosalam.

 

 

 

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh