ANDA BERADA DI: Depan Berita Info Kecamatan PASCA PANEN SELAMATKAN UANG PETANI

PASCA PANEN SELAMATKAN UANG PETANI

E-mail Cetak PDF

Berdasarkan data penelitian Kementan tahun 2014, ternyata sebagian besar Petani (72 %) belum menerapkan cara penanganan pasca panen secara tepat. Hal ini ditemui beberapa alasan antara lain Tidak adanya modal dimana 57 % petani memperoleh modal secara swadaya yang sangat terbatas tentunya.

Tidak punya alat/mesin perontok/gudang menjadi alasan lain bagi petani untuk tidak melaksanakan penanganan pasca panen secara tepat. Sebagian petani lain juga memberi alasan bahwa mereka melakukan penjualan secara langsung di lahan (tebasan) ke tengkulak/pengumpul jadi tidak melakukan kegiatan pasca panen.

Seperti yang dilakukan Poktan Dukuhdimoro Kec. Mojoagung, dalam pelatihan GHIPPA dalam penanganan pasca panen yang dilakukan di Balai Desa yang membahas pentingnya penanganan pasca panen. Pertemuan tampak sangat menarik bagi petani. Karena dengan penanganan pasca panen yang tepat ternyata bisa menyelamatkan pendapatan petani yang tidak sedikit.

Kehilangan hasil sekitar 20 % dan menurunnya mutu beras akan menjadi resiko petani ketika tidak melaksanakan penanganan pasca panen secara tepat. Penumpukan potongan padi tanpa alas menimbulkan kehilangan hasil sekitar 1,2%. Tetapi jika petani mau sedikit dengan perlakuan dengan melakukan Penumpukan pemotongan padi dengan alas maka kehilangan hasil hanya 0,56% dari gabah yang dihasilkan.

Sedangkan Pengangkutan tanpa alas menyebabkan kehilangan hasil sebesar 1,54 %, tetapi jika petani melakukan Pengangkutan dengan alas/wadah maka kehilangan hasil bisa ditekan hingga 0,69 %. Cara lain yang bisa dilakukan petani dalam pengangkutan dalam lahan adalah pengangkutan dengan karung dimana proses ini juga mampu menekan kehilangan hingga 0,65 %.

Kehilangan hasil juga dipengaruhi dalam perlakukan Penyimpanan. Jika petani melakukan penyimpanan dalam karung tertutup Kehilangan hasil, 0,34% selama 5 bulan. Sedangkan Penyimpanan gabah dalam curah maka kehilangan hasil 0,58% selama 5 bulan. Kadar air gabah simpan 12-13% akan tahan disimpan minimal 1 tahun penyimpanan. Semakin tinggi Kadar Air gabah maka daya simpannya akan semakin menurun. Setelah pelaksanaan pertemuan ini diharapkan penanganan pasca panen padi bisa dilaksanakan dengan baik oleh petani Jombang khususnya Kecamatan Mojoagung. Ungkap Salam, SP selaku Mantri tani Kecamatan Mojoagung. (RDP-UTI)

 

Add comment

Security code
Refresh