ANDA BERADA DI: Depan Berita Infrastruktur POS AGROKLIMAT TEMBELANG DUKUNG PETANI BERADAPTASI

POS AGROKLIMAT TEMBELANG DUKUNG PETANI BERADAPTASI

E-mail Cetak PDF

Dunia pertanian tidak akan lepas dari faktor iklim.  Bahkan dari beberapa kajian menunjukkan faktor ini memiliki pengaruh paling besar dibanding faktor produksi lain seperti factor tanah, sarana produksi pertanian sampai perlakukan budidaya.  Meskipun SDM Petani kita handal dalam melaksanakan usaha tani, hal itu belum tentu bisa menjawab permasalahan usaha tani.  Bisa dikatakan dalam Budidaya pertanian, Petani masih tergantung pada iklim sebagai penentu keberhasilan kegiatan budidayanya.

Pendamping teknis dari BPTP Karang Ploso untuk Kabupaten Jombang, Ir. Handoko, MS mengungkapkan, ditengah kondisi cuaca yang tak menentu seperti yang terjadi akhir-akhir ini, peran informasi iklim dan cuaca sangat penting bagi Petani kita.  Hal ini diperlukan dalam rangka penyesuaian pola tanam dan tata tanam yang akan diterapkan petani.  Selain itu, perlu juga ditingkatkan kapasitas SDM petani agar mampu beradaptasi dengan baik sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negara tetangga kita yang lain.  Tambah Petugas yang selalu berpenampilan sederhana itu.

Untuk memperoleh data yang factual sesuai kondisi cuaca disekitar Jombang, Dinas Pertanian bekerjasama dengan BMKG Malang selalu melakukan koordinasi dan updating data cuaca  harian.  Sehingga diharapkan data yang tersaji lebih akurat bagi petani Jombang dan sekitarnya pada khususnya.  Pak Kusno, SP, MMA selaku Kepala Seksi Perlindungan Tanaman mengungkapkan, setiap bulan data yang masuk selain dilaporkan ke BMKG Malang juga akan diolah menjadi informasi dan sosialisasikan kepada masyarakat.  Harapannya, Petani akan mengetahui gambaran cuaca setempat dan mampu beradaptasi dengan lingkungan dalam menjalankan usaha tani.  Tambah Bapak dua anak ini

Melalui Pos Agroklimat Tembelang, atau lebih dikenal dengan Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus (SMPK) yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tembelang, digali data cuaca harian local dengan teknologi yang ada.  Dengan kelengkapan peralatan yang hampir menyerupai BMKG Malang, diharapkan benar-benar diperoleh data akurat di lapang.  Mulai dari sangkar meteorology, thermometer bola basah dan bola kering, Thermometer maksimum dan minimum, Thermometer tanah, Thermohygrograph, penakar hujan baik tipe biasa maupun tipe Hellman, Evaporimeter Panci Terbuka, Piche Evaporimeter, Camble Stokes, anemometer sampai pengamat cuaca otomatis.  Menurut Ir. Much. Rony, MMA selaku Kabid Produksi, sejak tahun mulai beroperasi tahun 2010, SMPK ini telah memberikan data pengamatan baik untuk Kabupaten Jombang maupun BMKG Malang. 

Dari hasil beberapa pertemuam Sekolah Lapang Iklim (SLI), baik dana yang bersumber dari APBN maupun APBD data ini sangat bermanfaat bagi kegiatan usaha tani.  Selain petani mampu menyesuaikan pola tanam dan tata tanam, petani juga diajarkan bagaimana teknis beradaptasi pada cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini.  Gambarannya, Petani mampu beradaptasi dalam kondisi air yang melimpah dan mampu bertahan dalam kondisi kering.  Tambah Pak Rudi Priono, SP salah satu pemateri SLI di Kabupaten Jombang.
(Rudi Priono, SP - Unit TI Kab. Jombang)

 

 

 

Terakhir Diupdate ( Senin, 19 Agustus 2013 13:23 )  

Add comment