ANDA BERADA DI: Depan Berita Mbah Suluh

Mbah Suluh

SISTEM TUNDA JUAL, ALTERNATIF SOLUSI TERJALNYA FLUKTUASI HARGA GABAH (MBAH SULUH EDISI 7)

Kali ini Kabupaten Jombang punya gawe besar dengan adanya PEDA (Pekan Daerah) KTNA Jatim 2013.  Setelah disibukkan masa persiapan beberapa bulan terakhir, kali ini saya sempatkan diri menyapa seluruh pembaca setia rubric Mbah Suluh.  Ketika kita menjumpai sesuatu, maka Tuhan pastinya akan melihat reaksi kita.  Apa yang kita fikirkan, apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan akan dinilai Tuhan sebagai amalan kita.  Edisi ini saya akan bercerita tentang pengalaman dalam pendampingan peserta PEDA (Pekan Daerah) KTNA Jatim 2013.  PEDA, yang biasa disebut oleh petani-nelayan dimana mereka tergabung dalam  Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) adalah pertemuan antara pengurus/ anggota 4 tahunan. KTNA memiliki jaringan organisasi secara nasional yang mengakar hingga tingkat desa.  Organisasi ini sangat strategis mengingat para tokohnya memiliki kapasitas yang bisa dihandalkan dalam pembangunan pertanian di Indonesia umumnya.

   

SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION) (MBAH SULUH EDISI 6)

Kali ini saya punya banyak waktu luang.  Libur panjang telah menyapa.  Setelah berbagai aktifitas menjelang tutup anggaran, rasanya libur beberapa hari mampu menghapus kepenatan.  Saya senang bisa mengunjungi orang tua bersama semua anggota keluarga.  Beberapa bulan terakhir, biasanya saya berkunjung sendiri mengingat anak masih kecil.  “Jek cilik ojo sering di ajak dolan adoh-adoh le, aku ae nek kangen putu ku tak mrono…”pesan Ibu.  Orang tua saya tinggal agak jauh dari tempat saya menetap. Sekitar 21 Km dari rumah.  Saya sangat bersyukur dengan kondisi ini, masih dengan mudah bersilaturahmi ke orang tua.

Dalam perjalanan, kami sekeluarga menuju kampung halaman, ada suasana yang membuat kami terdiam sepanjang jalan dan kering setiap gurauan.  Didepan kami, tampaklah sosok dengan sepeda “ontel“ menyusuri jalan yang sama. Seorang pemuda paruh baya bersama keluarga sedang menyusuri jalan menuju arah kota.  Dengan semangat ia mengayuh sepeda “unto” yang memang telah penuh dengan korosi.  Saya yakin memang rezeki yang “halalan toyyibah” akan membawa berkah tersendiri.  Dibelikan barang pun akan awet dan bermanfaat.

   
   

KENAPA TANAH KITA (MBAH SULUH EDISI 5)

Hari ini saya di mendapat tugas keliling kecamatan untuk memantau perkembangan pelaksanaan JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) dan JUT (Jalan Usaha Tani) di beberapa kecamatan.  Bersama rekan-rekan lain kami berangkat dari kantor sekitar pukul 09.00 dengan Avansa putih milik salah satu rekan. Nyaman memang di mobil, tapi terasa terik ketika keluar dari kendaraan.  Langsung saya terbayang bapak ibu petani yang mungkin masih beraktifitas di lahannya. Semoga selalu di limpahi kasih sayang Allah SWT.