ANDA BERADA DI: Depan Berita Dunia Usaha Jagung Mojoagung 2018

Jagung Mojoagung 2018

E-mail Cetak PDF

Komoditi tanaman pangan, termasuk jagung mempunyai peranan penting sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan, menjadikan komoditas ini menjadi strategis dalam sisi Ketahanan Pangan Nasional. Jika komoditas padi berperan sebagai pemenuh kebutuhan pokok karbahidrat masyarakat, sedangkan komoditas jagung menjadi bahan baku industri pangan olahan dan pakan. Diperlukan upaya-upaya peningkatan produksi tanaman pangan sejalan dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satu upaya peningkatan produksi dan produktivitas telah dilakukan tiap tahunnya. Dalam upaya ini, diperlukan inovasi teknologi yang perlu diterapkan secara spesifik lokasi dilapang agar berdaya guna dan hasil guna sesui harapan bersama.

Seperti paket teknologi yang diterapkan oleh Kelompok tani Karobelah I Kecamatan Mojoagung, dalam luas hamparan sekitar 54,46 Ha, tanaman jagung hibrida tumbuh dengan baik disana tanpa adanya kendala berarti. Menurut Suyuti, Ketua Poktan disana menjelaskan bagaimana teknologi tepat guna diterapkan. Mulai dari pemilihan varietas yang sesuai hingga masa panan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Pertama tentunya pemilihan VarietasUnggul, Beberapa varietas unggul dapat digunakan sebagai alternatif. Untuk daerah-daerah tertentu yang lebih menyukai varietas lokal karena alasan rasa dan umur panen, varietas lokal masih dapat ditanam tetapi cara budidayanya harus diperbaiki. Selanjutnya adalah Pengolahan Tanah diamana Pada tanah berat dengan struktur mampat pengolahan tanah dilakukan 2 kali, sedang untuk tanah ringan (porous) seperti tanah Alfisol, Regosol, Etisol, dan Oxixol, dapat dilakukan pengolahan tanah minimum, yaitu pengolahan tanah dan hanya dilakukan pendaringan pada saat tanaman berumur sekitar 25 hari.

Untuk Cara tanam diusahakan dengan jarak yang teratur, baik dengan ditugal maupun mengikuti alur bajak. Populasi tanaman optimal berkisar antar 62.500 – 100.000 tanaman/ha, dengan jarak tanam 75 cm x 40 cm, 2 tanaman/ lubang atau 75 cm x 20 cm, 1 tanaman/ lubang. Untuk varietas local pada musim penghujan jarak tanam 75 cm x 30 cm, 2 tanaman/ lubang. Untuk jagung hibrida, jarak tanam 75 cm x 20 cm, 1 tanaman/ lubang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil produksi yang lebih baik. Penanaman dapat juga dilakukan dengan system dua baris (double row), yaitu jarak tanam (100 cm x 50 cm) x 20 cm dengan 1 tanaman/ lubang.

Selanjutnya cara pemupukan ditugal ± 7 cm di sekitar tanaman atau goretan (parit) yang dibuah disamping tanaman sepanjang barisan, setelah pupuk diberikan kemudian ditutup. Semua dosis SP-36 dan KCl dan 1/3 dosis urea diberikan saat tanam, 2/3 bagian urea diberikan pada umur 4 minggu. Apabila menggunakan urea tablet, pupuk diberikan pada umur ± 10 hari. Dosisi pupuk disesuaikan dengan Brosur Acuan Rekomendasi Pemupukan Spesifik Lokasi Untuk Jagung di Lahan Kering Jawa Timur. Rekomendasi dosis pupuk tingkat kecamatan masing-masing kabupaten dapat diacu dari Buku Acuan Pemupukan Jagung di Jawa Timur.

Selanjutnya Penyiangan dan Pembubuhan dilakukan 2 kali, penyiangan I pada umur 10-15 hari dan penyiangan II pada umur 25-28 hari bersamaan dengan dilakukannya pembumbunan dan pemupukan ke II. Pada daerah yang sulit tenaga kerja,gulma dapat dikendalikan dengan penyemprotan herbisida pra tumbuh seperti a.l : Goal, Saturn-D, Gramaxone, Command, Ronstar dll. Dengan dosis sesuai anjuran Coammad.

Untuk Pengendalian Hama dan Penyakit dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama terpadu (PHT) yang komponennya terdiri dari penanaman varietas tahan pengelolaan kultur teknis yang tepat dan penggunaan pestisida. Pengendalian lalat bibit : dengan Karbofuran (misal : Furadan, Dharmafur, Regent dll). Karbofunen diberikan 4-5 butir bersamaan tanam ditempatkan dalam lubang tanaman. Pengendalian Penggerek Pucuk dengan Karbofuran ditempatkan pada titik tumbuh. Pengendalian penyakit bulai dengan menggunakan varietas tahan dan perlakuan benih 5 gram Ridomil setian 1 kg benih. Dan panen dilakukan setelah biji pada tongkol masak yang ditandai dengan terbentuknya lapisan hitam pada lembaga dan tongkol telah menguning.

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh