ANDA BERADA DI: Depan Berita Dunia Usaha Ekselsa Kopi Khas Jombang Siap Manjakan Lidah Penikmatnya

Ekselsa Kopi Khas Jombang Siap Manjakan Lidah Penikmatnya

E-mail Cetak PDF

Saat ini mulai marak kita jumpai berbagai fasilitas “Ngopi” disekitar lingkungan kita.  Budaya ngopi mulai menjamur seiring perkembangan penggunaan internet di masyarakat.   Duduk dan ngobrol bareng teman ataupun rekan kerja difasilitasi sarana online ternyata memiliki korelasi positif dengan peningkatan penjualan produk olahan kopi.  Tidak kalah dengan daerah lain, Jombangpun demikian.  Berbagai tempat “nongkrong” terpampang berbagai produk kopi berbagai merk.  Mulai kopi hitam, kopi susu,kopi rempah hingga kopi cream banyak dijumpai dipasaran.

Begitu banyak diversifikasi olahan kopi yang ada saat ini, hingga menggelitik para wirausahawan baru untuk mengambil peluang usaha ini. 

Kualitas kopi sangat menentukan citarasanya.  Sejak dalam proses pemilihan bibit yang sesuai wilayah, kegiatan budidaya yang sehat dan proses pemanenan yang sesuai serta pengolahan akan menentukan kualitas dan citarasa kopi.  Kabupaten Jombang memiliki potensi komoditas kopi yang tidak kalah dengan daerah lain.  Sebut saja ekselsa, yang masyarakat sekitar menyebutnya dengan aziza.  Kopi ini memiliki aroma dan citarasa yang khas, namun karena stoknya sangat terbatas maka sering kali produk ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi dipasaran.  Bahkan penjualannya telah menembus luar kota dan sebagian kecil eksport dengan harga mencapai ratusan ribu tiap kilonya. 

Dalam rangka mengelola potensi ini, melalui Dinas Pertanian Kab. Jombang telah melaksanakan kegiatan "Peningkatan Mutu & Kualitas Kopi di Kecamatan Wonosalam.  Kegiatan ini diikuti oleh 10 kelompok tani yang berasal dari 7 desa di Kecamatan Wonosalam. Meliputi Desa Galengdowo, Desa Wonomerto, Desa Jarak, Desa Sambirejo, Desa Wonosalam, Desa Carangwulung Dan Desa Panglungan.
Menurut Niken, Peneliti Puslitkoka (Pusat Penelitian tanaman Kopi dan Kakau) Jember Jatim, terkait budidaya kopi secara keseluruhan  memang harus dilakukan secara intensif.  Pemilihan varietas yang sesuai daerah budidaya merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman kopi.  Ketinggian diatas 700m dpl bisa digunakan Robusta, sedangkan ketinggian di bawahnya bisa ditanam varietas Arabika.  Untuk ekselsa bisa ditanam pada ketinggian 500 dpl.  Hal ini akan mendukung perkembangan tanaman secara optimal sehingga memiliki produktifitas yang tinggi. 

Kegiatan budidaya pun harus memperhatikan pola budidaya tanaman yang sehat menggunakan teknologi ramah lingkungan dengan tetap menerapkan 4 prinsip pengendalian hama penyakit.  rpinsip ini meliputi budidaya tanaman sehat, pengamatan rutin dan pengembangan musuh alami serta pengembangan petani ahli PHT.  Untuk kegiatan panen, optimalnya dilakukan pada buah kopi yang sudah berwarna merah.  Dengan penanganan pasca penan yang tepat, higienis dan cepat, akan diperoleh kualitas kopi dengan cita rasa yang sesuai harapan. 

Bagi petani kopi di Wonosalam, budidaya kopi bukan hal yang baru.  Kebanyakan petani telah memahami aspek budidaya kopi hingga penanganan OPT.  Hanya saja perlu disusun sebuah SOP (Standart Operasional Prosedur) budidaya kopi secara terinci agar kopi asli Jombang memiliki standart yang bagus dan seragam.  Selain itu, penguatan kelembagaan kelompok yang baik juga diperlukan untuk mengawal konsistensi dari kualitas dan mutu kopi. 

Dalam pertemuan ini petani menyampaikan contoh biji kopi mentah dari masing-masing kelompoknya untuk diuji citarasa di Puslitkoka Jember.  Pengambilan sample tanah juga dilakukan untuk mendapat hasil analisa sehingga akan mendapatkan rekomendasi dalam pemupukan dan perawatan kopi yang baik spesifik lokasi. Weny

 

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh