ANDA BERADA DI: Depan Berita Dunia Usaha PERTANIAN ORGANIK, MENGELOLA ALAM DENGAN NIAT BAIK

PERTANIAN ORGANIK, MENGELOLA ALAM DENGAN NIAT BAIK

E-mail Cetak PDF

Bertani adalah berbudidaya, mengelola sumber daya alam

sehingga dapat diperoleh hasilnya (panen). Bercocok-tanam bukanlah sekedar eksploitasi, seperti halnya pada pertambangan, yang hanya mengambil apa saja yang ada di alam. Sejak awal, sebenarnya ada kaidah  “keberlangsungan”/”keberlanjutan” dalam kegiatan pertanian.

 

Namun, jika kita mengamati  dengan  situasi kegiatan pertanian saat ini, maka akan banyak kita jumpai praktek-praktek pertanian yang sudah tidak mengagungkan “keberlanjutan” lagi. Seperti halnya sektor lain, pertanian telah terbawa dalam arus “kapital” dan “bisnis”. Pasar merupakan “Tuhan”nya ekonomi dan pelaku-pelaku pertanian adalah “hamba-hamba”nya. Keuntungan besar dalam waktu pendek adalah acuan dalam proses produksi pertanian saat ini. Tidak terlalu dipikirkan lagi bahwa untuk memperolehnya berbagai racun dan zat kimia telah dimasukkan dan akan berpotensi untuk membunuh “keberlanjutan” pertanian itu sendiri.

Bagi Pemerintah dan seluruh petani di Kabupaten Jombang, bahkan di seluruh Indonesia, ini adalah medan pertempuran baru dalam hal pangan. Setelah sekian tahun berkutat dengan upaya pencapaian swasembada dan ketahanan nasional di bidang pangan, pertanian saat ini dihantui dengan masalah keberlanjutan pertanian.  Daya dukung lahan-lahan pertanian makin menurun akibat proses budidaya pertanian yang kurang bijaksana. Ketika sawah-sawah mulai kehilangan kesuburannya maka harus dicari solusi cara budidaya yang lebih “manusiawi” yang juga memandang kebutuhan akan keseimbangan  alam, tidak sekedar kebutuhan ekonomi manusia.
Bagi kelompoktani Banjarsari desa Bareng kecamatan Bareng, hal ini adalah keprihatinan tetapi juga peluang. Pada awal tahun 2013 Dinas Pertanian Kabupaten Jombang beserta LSM FLIPMAS LEGOWO mengenalkan program Pertanian organik di desa Bareng dan didapat 7 hektar sawah petani yang berkomitmen untuk menggunakan teknologi organik dalam budidaya pertanian mereka. Dengan pola tanam padi-padi-kedelai, sampai saat ini sudah 2 (dua) kali kelompoktani yang diketuai Bapak Aspandi ini panen padi dengan budidaya organik.
Teknologi pertanian organik yang diperkenalkan LSM FLIPMAS LEGOWO ini sangat baik, teknologi ini tidak menggunakan apapun jenis pupuk kimia dan pestisida, semua dilakukan secara organik. Setelah satu tahun aplikasi, uji laboratorium terhadap beras yang produksi menunjukkan bahwa kadar residu kimia yang biasa ada di beras dipasaran sudah dibawah ambang batas. Antara lain DDT, Endrin, Lindan, dan lain-lain. Dari sisi produktivitas, pada musim panen pertama ada penurunan, namun pada panen kedua terjadi peningkatan dan menyamai produktivitas saat menggunakan pupuk kimia.
Pertanian organik, pada prinsipnya adalah niat baik. Niat baik petani dan pemerintah untuk menyediakan bahan pangan yang sehat bagi masyarakat, bukan bahan pangan penuh racun residu kimia. Niat baik untuk memberikan kesejahteraan kepada segenap keluarga pelaku pertanian melalui keuntungan ekonomi yang “sehat”. Niat baik untuk mewariskan lahan-lahan pertanian dan lingkungan alam yang sehat dan berkualitas, bukan lingkungan rusak yang terpolusi.
(JL/258-5)
 

Comments  

 
#1 Aeni Rahmadani 2014-10-07 07:22
Terimakasih dengan niat baiknya,salam
 
 
#2 achilq 2014-10-10 16:47
terimakasih informasinya
 

Add comment

Security code
Refresh