ANDA BERADA DI: Depan Berita Asosiasi Petani KIPRAH GENERASI MUDA TANI JOMBANG

KIPRAH GENERASI MUDA TANI JOMBANG

E-mail Cetak PDF

Pertanian merupakan sektor yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.  Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Jombang tahun 2017 bahwa dari  630.238 orang yang bekerja 24 % pekerja ada disektor pertanian, perikanan dan kehutanan. Sebanyak 385.537 orang merupakan tenaga kerja kelompok umur 15 – 34 tahun.  Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi pokok kegiatan masyarakat. Sementara itu potensi tenaga kerja usia muda memiliki kedudukan yang strategis sebagai pengungkit keberhasilan pembangunan pertanian.

Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 07 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pengembangan Generasi Muda Pertanian, yang dimaksud Generasi muda pertanian adalah generasi muda pertanian yang berusia maksimal 35 tahun, yang mencintai pertanian, berminat, turut serta atau terlibat dalam kegiatan pertanian. Generasi muda pertanian dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu (1) Taruna Bumi (2) Taruna Tani (3) Petani Muda Wirausaha.

Dinas Pertanian Kabupaten Jombang senantiasa melakukan pembinaan terhadap generasi muda tani. Hal tersebut terlihat tahun 2011 telah mengadakan kegiatan pelatihan pemuda pemudi tani sebanyak 8 angkatan. Tahun 2012   Tahun 2013 kegiatan diklat I priambumi untuk mengakrabkan siswa dengan dunia pertanian. Tahun 2013 Saka taruna Bumi mendukung kegiatan PEDA yang diselenggarakan di Kabupaten Jombang. Tahun 2016 terdapat kegiatan Agriculture Sciene Camp (ASC) untuk menarik minat pelajar dalam mengembangkan peran pemuda dibidang pertanian. Tahun 2017 Pemuda Tani belajar tentang inovasi dan teknologi pertanian ke Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian.

Pembinaan pemuda tani terus berlangsung. Dukungan terhadap pemuda tani semakin meningkat. Pada tahun 2017 sebanyak 10 orang pemuda tani mendapat kesempatan untuk andil dalam kegiatan pendampingan UPSUS Kedelai yang merupakan kerjasama dengan STPP Malang.

Kerjasama lain dengan STPP Malang adalah mendukung petani muda wirausaha, yakni  membina dan mendampingi pemuda tani di Kabupaten Jombang yang telah memulai usaha tani. Salah satunya adalah santri di Ponpes Kyai Mojo Kecamatan Tembelang.

Moch. Sabili Faroshi Attamimi atau dikenal Mas Roshi adalah sosok pemuda tani dari Kabupaten Jombang yang telah berhasil menginspirasi para pemuda tani. Roshi lahir di Nganjuk tanggal 15 April 1995 saat ini kuliah semester delapan di Kampus Universitas Wahab Hasbulloh  Kabupaten Jombang dengan mengambil Jurusan Agribisnis Pertanian. Seorang Pemuda yang mendapat apresiasi dari Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian dengan mendapat  bantuan tambahan  modal usaha dalam program Wirausahatani Muda. Roshi  telah berbudidaya tanaman buah naga sejak nopember 2015 di lahan milik pesantren. Awalnya hanya memiliki 28 lubang tanam buah naga.Setiap lubang berisi 4 tanaman. Dengan tambahan modal program wirausaha tani muda, saat ini telah ada 88 lubang tanaman buah naga. Sejak tahun 2015- 2019 sudah 10 kali panen. Panen pertama saat tanaman sudah berumur 8 bulan setelah tanam. Selain menjual buah naga segar, roshi juga mengolah buah naga menjadi es krim buah naga, roti boy buah naga serta stick buah naga.  Hasil panen biasanya dipasarkan di wilayah sekitar pesantren,  dan  mulai memasarkan di Pusat Oleh Oleh Jombang. Semangat dan keberhasilan roshi menjadi daya tarik pemuda/ santri lain untuk bergabung dan terjun dalam usaha dibidang pertanian. (Andja)